justfindit

Sunday, March 2, 2008

Resensi Buku

MENJADI APA DAN SIAPA DI MASA DEPAN

Lahir dan meninggal adalah dua ujung dari kutub waktu kehidupan manusia . Manusia mengisi dua kutub tersebut dengan berbagai aktivitas yang beragam. Aktivitas manusia yang paling popular adalah belajar dan bekerja” ( Hayadin. M.Pd. Penulis Buku Peta Masa Depanku )

Masa depan generasi muda dan pelajar Indonesia masih sulit untuk diprediksi menjadi apa dan siapa. Hal ini terlihat dari tata sistem yang amburadul.

Hayadin menegaskan,” Bahwa Indonesia memiliki kompleksivitas persoalan generasi muda dan pelajar, yaitu tingginya tingkat penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, pergaulan bebas, drop out dan penganggguran”.

Menurutnya persoalan tersebut harus diselesaikan dengan sistematis dan strategi yang baik. Salah satu, strategi untuk mengatasinya adalah memberikan perhatian khusus pada generasi muda usia sekolah.

Bagaimana bentuk dan perhatian khusus tersebut ? Buku ini menjadi salah satu jawabannya.

Buku yang tebalnya 311 halaman ini merupakan hasil refleksi, pengalaman dan tinjauan kritis penulis atas berbagai realitas dunia pendidikan Indonesia yang kemudian dilengkapi dengan berbagai referensi yang relevan ( rujukan yang sesuai dan tepat – red ).

Intinya adalah bagaimana anak usia sekolah (pelajar), termasuk mahasiwa semester awal bisa membuat peta masa depannya. Dan bagi orangtua, terutama guru dan pendamping mampu menjadi partnet tepat guna.

Karya tulis yang ringan dan enak dibaca ini terdiri dari tiga bagian:

Pertama, penulis memperjelas mengenai tujuan dan manfaat PMD (Peta Masa Depanku), siapa yang menjadi sasarannya, ruang lingkup serta pendukung dari PMD (Peta Masa depanku). Lalu hakikat PMD (Peta Masa Depanku) itu sendiri. Dijelaskan, hakikat Peta Masa Depanku ( PMD ) adalah naskah dan impian masa depan, rumusan cita-cita dan jalan menuju masa depan, serta bingkai masa depan Anda (pelajar Indonesia).

Jadi, hal tersebut berangkat dari pertanyaan sederhana, yaitu” Sudah jelaskah anda akan menjadi apa dan siapa di masa depan? Kemudian bagaimana anda merumuskan jalannya, menyiapkan dan menjalaninya ?.” Yang jelas, buku ini menuntun anda.

Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara mengambil keputusan pribadi. Disini anda kan mengerti langkah-langkah membuat keputusan dan memutuskannya , terutama mengenai studi dan karier.

Salah satu catatan kritis dari penulis bahwa “Tidak satupun pelajaran atau materi yang berfungsi memperkaya wawasan dan pengetahuan siswa dan mahasiswa tentang dunia kerja dan karier.

Untuk itu, ia melihat pentingnya memaksimalkan fungsi dan peran kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan terutama guru BP.

Bagian kedua, Anda masuk pada bagian teknis membuat PMD (Peta Masa Depanku). Anda dituntun bagaimana mengetahui pekerjaan, profesi dan karir yang akan anda geluti.

Bagaimana memahamai lingkungan pasar kerja, minat , kepribadian dan kecerdasan anda. Lalu anda diajak bagaimana memilih (mengambila keputusan) profesi dan karier berdasarkan faktor sifat dan kepribadian serta kecerdasan tadi. Kemudian teknik membuat keputusan ditambah strategi pendekatan untuk meraih semua itu.

Langkah selanjutnya , bagaimana membentuk tiga dukungan sekaligus strategi memperolehnya. Ada 3 dukungan yang dibutuhkan oleh setiap pelajar yakni: moril spiritual , material-finansial, dan mentorship.

Dari sini kemudian anda harus mengetahui manajemen waktu yang juga disajikan buku ini. Kemudian , penulis menjelaskan penentuan dimana anda belajar dan meraih karier , termasuk menentukan kompetensi dan disiplin ilmu anda, serta bagaimana menjalani masa studi secara efektif.

Dan terakhir bekerjalah sesuai kompetensi anda. Hebatnya buku ini, anda juga mendapatkan instrument (inventori) untuk membuat perencanaan studi dan masa depan.

Bagian terakhir, epilog yang terdiri dari anjuran dan saran bahwa PMD yang anda rumuskan masih merupakan rumusan tentative (sementara) tentang cita-cita dan cara meraihnya. Dinamika kehidupan membuat anda untuk selalu merefleksikannya.

Satu ungkapan penting dari Dr. Fasli Jalal dalam kata pengantarnya di buku ini menyatakan:

“ Buku yang berjudul “ PETA MASA DEPANku” sangat relevan dengan gagasan UNESCO tentang empat pilar pendidikan ( learning to Learn, learning to Do, learning Live together, dan learn Tobe ).

Secara eksplisit buku ini menguraikan tentang langkah-langkah membuat keputusan dan perencanaan tentang studi dan profesi untuk masa depan yang lebih baik sejak di bangku sekolah. Membuat perencanaan studi dan profesi merupakan suatu ketrampilan hidup,(life skill) yang penting bagi setiap orang. Melalui perencanaan studi yang baik, diharapkan pelajar memanfaatkan waktu bersekolah secara efektif.

Demikian pula orangtua yang mengeluarkan biaya pendidikan , dapat memperolah manfaat maksimal dari investasi yang dikeluarkan.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Drs.M. Firdaus, M.Pd, selaku Direktur Madrasah dan Pendidikan Agama pada Sekolah Umum (Mapenda) Departement Agama RI pada buku ini. “Bagi para pelajar cita-cita adalah harapan yang memotivasi untuk senantiasa tegar dalam belajar atau menuntut ilmu. Dan untuk mencapai ciat-cita tersebut diperlukan strategi perjuangan dan perencanaan yang mantap.

Kedua hal tersebut, yakni cita-cita (tujuan menuntut ilmu ) dan strategi dalam mencapai setiap cita-cita, merupakan dua hal penting selain kerja keras, karena hanya dengan cara inilah masa depan gemilang akan diraih.

Cita-cita tanpa perencanaan dan strategi adalah mubazir, karena berbagai sumber daya yang dikeluarkan dalam menempuh dunia pendidikan dan pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolkah tidak mengantarkan seseorang untuk mencapai tujuannya.

Buku ini memberikan petunjuk kepada orangtua, pendidik,dan para pelajar agar sedini mungkin merumuskan cita-cita yang realistik dan perencanaan serta strategi untuk meraihnya.

Melalui instrument Peta Masa Depanku pelajar Indonesia dapat merumuskan pekerjaan,profesi dan karier serta strategi meraihnya sejak masih dibangku sekolah.

Hal tersebut sangat penting untuk meraih akhir (ending of study) yang lebih baik dalam rangka menciptakan masa depan yang gemilang”.


Versi asli tulisan ini merupakan Resensi buku, yang ditulis oleh saudara Firdaus MS, dimuat di Tabloid “Khalifah Edisi 30 / Th II / 2006 / 24 Februari – 9 Maret / 25 Muharam – 8 Shafar 1427 H.

Thursday, February 28, 2008

Peristiwa4

TEMU PELAJAR, SEMINAR & DISKUSI BUKU

Tak disangka, sambutan para pelajar dan peserta seminar yang berasal dari orang tua, pendidik, tokoh agama dan tokoh masyarakat begitu semarak dan serius. Mereka memadati aula Pesantren TABAH (Tharbiyatut Tholabah) di kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Saat itu tampil sebagai narasumber adalah Masduki Baedhowi yang pada saat itu berstatus sebagai anggota DPR RI komisi X dan Dr. Shaleh (dosen Unibraw Malang), serta Hayadin (penulis Buku Peta Masa Depanku).

Diskusi buku diselenggarakan pada hari, tanggal 2006. Dimulai Pukul 09.00 sampai dengan 13.00. banyak sekali tanggapan berupa pertanyaan, ataupun kritikkan ditujukan kepada para narasumber. Salah satu tanggapan yang sangat berkesan bagi penulis buku adalah pernyataan peserta bahwa Hidup ini tidak perlu rencana, karena semua sudah di atur oleh Tuhan yang maha kuasa (Allah SWT).

Peristiwa3

PELATIHAN PMD DI MAN 1 JAKARTA. GROGOL, JAKARTA BARAT

Sebanyak kurang lebih 180 orang siswa-siswi Madrasah aliyah Negeri (MAN) 1 Jakarta mengikuti “pmd One Day Training”. Mereka sementara duduk di kelas 1 dan 2. Bertempat di Aula lantai dasar MAN 1 pada hari Sabtu 19 Januari 2008 M. Setelah upacara pembukaan oleh Wakil Kasek bidang Kurikulum Ibu Dra. Nur Leila, M.Pd, pada jam 08.15 WIB, acara dilanjutkan dengan Pelatihan hingga pukul 15.30 Sore.

Pelatihan ini bertujuan untuk memicu kesadaran para siswa MAN 1 terhadap pentingnya merencanakan masa depan. Melalui pelatihan ini, peserta diarahkan secara bertahap untuk membuat peta dan portopolio masa depan mereka sendiri. Pada hari tersebut mereka dibimbing secara SIMULASI dalam membuat PETA MASA DEPAN.

Meskipun mudah, tetapi kebanyakan peserta menemukan kesulitan dalam membuat pilihan dan keputusan tentang masa depan mereka. Inilah yang menjadi focus perhatian dari pmd Management Center, yakni kemampuan dan keterampilan mengambil keputusan serta kesadaran untuk membuat perencanaan.

Diharapkan dengan adanya peta masa depan, maka mereka akan lebih giat belajar untuk meraih profesi dan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Peristiwa2

T.O.T n MENTORs pmd

Hari Sabtu Tanggal 14 Juli 2007, diselenggarakan pelatihan untuk Pelatih (t.o.t) dan Mentor. Tujuan dari kegiatan ini adalah merekrut calon mentor dan pelatih pmd. mereka yang dilatih (briefing) akan menjadi mentor pada pelatihan pmd yang di selenggarakan di sekolah menengah di Jakarta dan sekitarnya.

Tampil sebagai Nara sumber dalam acara tersebut adalah: Bambang S. Ramelan (Kasubsi Kesiswaan SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta); Suprianto (Ketua TIm Pengarah); Ahmad Fathoni (unsur pengurus pmd Management Center), dan Hayadin sebagai penginisiatif dan penulis buku “Peta Masa Depanku”.

Pelatihan ini sesungguhnya merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang sudah dilakukan; yakni trining dan penulisan buku pmd. Pelatihan pmd diharapkan menjadi pendukung bagi upaya sosialisasi dan implementasi gagasan tentang pentingnya perencanaan studi dan masa depan kepada pelajar Indonesia.

Peristiwa 1

SEMINAR & PELUNCURAN BUKU

Acara peluncuran buku “Peta Masa Depanku” dilakukan pada tanggal 26 Juli 2006, mengamil tema: Membangun Mutu Pendidikan dan Daya Saing Bangsa di era Globalisasi. Acara peluncuran buku di selenggarakan di di Aula Nusantara LPMP DKI Jakarta tanggal 26 Juli 2006. Dihadiri oleh peserta yang terdiri atas para pendidik dan tenaga kependidikan yang berasal dari Madrasah Aliah, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menegah Atas, Sekolah Menegah Pertama, Sekolah Kejuruan, Mahasiswa, Para praktisi pendidikan serta politisi yang kansern pada bidang pendidikan dan masa depan pelajar.

Penerbit buku dan Penulis sangat bangga karena acara launcing tersebut dapat menampilkan NARASUMBER : Dr. H. Fasli Jalal (Keynote Speaker) Peran Pendidik & Tenaga Kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing bangsa di era globalisasi; Abd. Hakan Naja (Komisi X-bidang pendidikan DPR RI) Membangun kesiapan bersaing out-put pendidikan Indonesia di era globalisasi melalui perencanaan studi dan profesi, dalam perspektif Politik Pendidikan.